REPOSITORY UNIVERSITAS MURNI TEGUH
Permanent URI for this community
Browse
Browsing REPOSITORY UNIVERSITAS MURNI TEGUH by Title
Now showing 1 - 20 of 278
Results Per Page
Sort Options
Item ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TITI PAPAN MEDAN TAHUN 2022(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2022-07-13) ZAHRA A. RARA; WAHYU AFNIJARStunting merupakan salah satu akibat dari kekurangan gizi yang dialami oleh anak balita (bayi dibawah lima tahun) yang menyebabkan anak gagal tumbuh dan terlalu pendek untuk seusianya.Secara global prevalensi 22,9 % atau 154,8 juta anak di bawah usia 5 tahun menderita stunting. Prevalensi stunting pada balita di Indonesia adalah 30,8 %. Tujuan penelitian Untuk menganalisis dan melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Stunting di Puskesmas Titi Papan Medan. Penelitian ini bersifat Kuantitatif dengan jenis penelitian survey cross sectional. Populasi Balita Stunting di wilayah kerja puskesmas Ttiti Papan Medan dari bulan januari 2022 sebanyak 27 Balita.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Non probability sampling yaitu Total Sampling / sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan uji chi – square dengan hasil didapat nilai p- value = 0,001 < α (0,05), berarti ada hubungan yang signifikan antara tingkat social ekonomi dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Titi Papan Medan Tahun 2022, selanjutnya nilai p- value 0,000< α (0,05), ada hubungan yang signifikan antara Tingkat Pengetahuan Ibu dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Titi Papan Medan Tahun 2022, dan hasil didapat nilai p- value = 0,326 > α (0,05), tidak ada hubungan yang signifikan antara pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Titi Papan Medan Tahun 2022.Untuk melihat factor yang paling berpengaruh dengan menggunakan uji regresi linear berganda dengan hasil Variable independent yang paling berpengaruh yaitu Tingkat social Ekonomi dengan nilai Standardized coefficient Beta yaitu sebesar 0,257 .Item ANALISIS PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) SIMANJUNTAK, BERTUA MITRA DEBORA; BANJARNAHOR, SERIGAKeselamatan pasien dijadikan prioritas yang utama dalam pelayanan kesehatan dan pelayanan keperawatan sekaligus sebagai aspek paling penting dari manajemen yang berkualitas. Di Indonesia, pelaporan data tentang insiden patient safety belum banyak dilakukan oleh rumah sakit. Medical Error menjadi ancaman setiap pasien yang hendak melakukan perawatan oleh karena itu pentingnya budaya keselamatan pasien di tetapkan di setiap rumah sakit. Tujuan: untuk menganilisis penerapan budaya keselamatan pasien pada pelayanan kesehatan di IGD RS Murni Teguh. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan suatu desain crosssectional, menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa pada tenaga kesehatan di IGD RS Murni Teguh tahun 2022 terdapat 33 (97,1%) responden dengan kategori budaya baik dan 1 (2,9%) responden dengan kategori budaya sedang dan budaya keselamatan pasien tidak terdapat kategori budaya lemah dari total keseluruhan responden. Kesimpulan: Budaya keselamatan pasien di IGD RS Murni Teguh tahun 2022 berdasarkan tiap variable bahwa tenaga kesehatan yang paling banyak adalah budaya baik berada pada dimensi dukungan manajemen RS dengan presentasi 100 % dari 34 responden dan kategori budaya sedang berada pada dimensi kerjasama tim antar unit dengan presentasi 76,5 % dari 26 responden sedangkan budaya keselamatan di IGD RS murni Teguh dari setiap dimensi tidak terdapat budaya kategori lemah. Diharapkan seluruh tenaga kesehatan di RS Murni Teguh Medan selalu Mempertahankan, meneruskan, dan mengembangkan program-program keselamatan pasien yang telah berjalan serta memelihara budaya keselamatan pasien.Item ANALISIS PERBEDAAN EFEKTIVITAS HAND MASSAGE DAN PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN NYERI PASIEN KANKER PAYUDARA DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL(2025-12-11) DAMANIK, SOFIA ARDELIA; SAGALA, LAM MURNILatar belakang: Kanker payudara merupakan masalah kesehatan yang banyak terjadi dan sering menyebabkan kematian. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan efektivitas hand massage dan pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan nyeri pasien kanker payudara di Murni Teguh Memorial Hospital. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan penelitian two group pretest-postest desain. Pada rancangan ini kedua kelompok mendapatkan perlakuan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni- Juli 2022. Penelitian ini dilakukan di ruang GB 2. 3A South, 3A West ruang rawat inap Murni Teguh Memorial Hospital. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin dan didapatkan 42 sampel. Metode analisa data univariat untuk memperoleh distribusi frekuensi, analisa univariat untuk uji normalitas data menggunakan uji shapiro wilk dan uji paired t test digunakan untuk melihat perbedaan yang signifikan antara kelompok hand massage dan kelompok aromaterapi lavender. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan efektivitas hand massage dan aromaterapi lavender terhadap penurunan nyeri pasien, dimana nilai rata rata (mean) penurunan kedua kelompok adalah 2.95 pada kelompok aromaterapi dan 2.62 pada kelompok hand massage. Kesimpulan: Aromaterapi lavender lebih efektif bila dibandingkan dengan hand massage.Item ANALISIS PERBEDAAN PERSEPSI PASIEN BPJS DAN NON BPJS DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT MURNI TEGUH TAHUN 2022(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) SIMANJUNTAK, RINA SUSANTY; SAGALA, LAM MURNIProgram BPJS Kesehatan telah diterapkan di seluruh provinsi di Indonesia, termasuk di Provinsi Sumatera Utara, namun pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait pelayanan kesehatan yang dianggap berbeda dengan pasien umum. Tujuan: Untuk menganalisis perbedaan persepsi pasien BPJS dan non BPJS di ruang rawat inap. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Murni Teguh Medan. Populasi penelitian sebanyak 80 orang, dengan jumlah sampel 44 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 22 orang. Penarikan sampel secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Independent Sample T-Test dengan tingkat signifikansi 95% (=0,05). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien BPJS (54,5%) menilai mutu pelayanan tidak baik, sedangkan mayoritas pasien Non BPJS (68,2%) menilai pelayanan dalam kategori baik. Hasil uji Independent Sample T-test menunjukkan nilai pvalue 0.002 < α 0.05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan dalam persepsi mutu pelayanan antara pasien BPJS dan Non BPJS di ruang rawat inap Rumah Sakit Murni Teguh. Kesimpulan: persepsi pasien BPJS berbeda dengan persepsi pasien non BPJS tentang pelayanan rawat inap. Saran: Disarankan mutu pelayanan di ruang rawat inap ditingkatkan tanpa membedakan golongan pasien, agar pasien memiliki persepsi yang baik terhadap layanan rumah sakit, seperti prosedur penerimaan pasien yang lebih cepat, tepat, dan tidak berbelit-belit.Item ANTENATAL CARE (ANC) PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI RSIA ROSIVA MEDAN(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2021-09-08) MAIMUNAH MUMUN; SIMATUPANG LUSIA LENNYIbu hamil dan janinnya merupakan populasi berisiko tinggi selama penularan wabah penyakit covid-19. Selama kehamilan, seorang ibu membutuhkan pemeriksaan secara teratur yang disebut dengan antenatal care (pemeriksaan kehamilan). Dengan pemeriksaan secara teratur diharapkan dapat mendeteksi lebih dini risiko kehamilan atau persalinan, baik bagi ibu maupun janin. Antenatal care (ANC) sebagai salah satu upaya penapisan awal dari faktor resiko kehamilan. Bertujuan untuk mendeteksi kelainan yang mungkin ada atau akan timbul pada kehamilan tersebut dengan lekas diketahui, dan segera dapat diatasi sebelum berpengaruh tidak baik terhadap kehamilan. Metode penelitian ini merupakan jenis metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan teknik wawancara. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan bersifat snowball sampling. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 10 ibu hamil dalam melaksanakan antenatal care pada masa pandemi covid-19 di RSIA.Rosiva Medan. Setelah data dianalisis, peneliti menemukan 3 tema yaitu (1) gambaran pemeriksaan ibu hamil selama pandemi covid-19, (2) upaya yang dilakukan ibu hamil untuk mencegah penularan covid-19, (3) kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan dalam melaksanakan antenatal care.Item ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. C MASA HAMIL SAMPAI PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DENGAN TERAPI KOMPLOMENTER PEANUT BALL DAN APPOLLO DI KLINIK BIDAN EKA(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2026-01-20) SAMOSIR, THERESIA; SINAGA, NELLY DAMERIAContinuity of Care (COC) adalah layanan yang menyeluruh untuk perempuan hamil dan anak dari jaman kehamilan hingga proses persalinan ,nifas, dan keluarga berencana. Klinik Bidan Eka melaksanakan layanan meliputi seluruh rangkaian asuhan kebidanan dari masa kehamilan hingga pelayanan KB yang bertujuan untuk memastikan kesehatan ibu dan anak serta mengurangi risiko komplikası. Metode pelaksanaan ini didokumentasikan dalam bentuk SOAP yang menunjukkan bahwa Ny. C usia 23 tahun G2 P1 A0. Penelitian dimulai pada trimester III sebanyak dua kali kunjungan di usia kehamilan 36 dan 38 minggu. Persalinan pada kala I ± 2 jam, kala II 20 menit, kala III 10 menit, kala IV 2 jam dan penulisan patograf sudah lengkap. Masa nifas Ny. C berjalan dengan normal dilaksanakan pemeriksaan pada saat 6 jam post partum dan 6 hari pasca persalinan. Perawatan BBL dilakukan 2 kali kunjungan, serta satu kali kunjungan untuk asuhan KB. Masa kehamilan terdapat masalah dan dapat teratasi yaitu hamper sering buang air kecil dan sakit pada bagian bawah perut, sedangkan masa persalinan, BBL, dan nifas tidak ditemukan adanya masalah. Hasil pelaksanaan Asuhan Kebidanan menyeluruh kepada Ny. C menunjukkan bahwa COC terbukti membantu menemukan masalah sejak dini dan menghindari faktor risiko, yang memastikan kehamilan, persalinan, dan perkembangan nifas berjalan dengan baik.Item ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. K MASA HAMIL SAMPAI PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DENGAN PENDEKATAN TERAPI KOMPLEMENTER GYM BALL PADA PERSALINAN DI KLINIK SEHATI(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2026-01-13) BR PINEM, NONA OCTARIFKA; SINAGA, NELLY DAMERIAAsuhan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (COC) merupakan asuhan yang dimulai sejak hamil sampai dengan Keluarga Berencana sebagai upaya untuk menurunkan AKI & AKB. Pendekatan dilakukan dengan studi kasus yang didokumentasikan dalam bentuk SOAP pada Ny. K GII PI A0 di Klinik Sehati dari bulan April - Juli 2025. Asuhan yang diberikan berupa kunjungan hamil trimester I-III, bersalin 1 kali, nifas 2 kali, neonates 2 kali, dan KB 2 kali. Pada kehamilan trimester III ibu mengeluh nyeri pada bagian pinggang dan diatasi dengan pemberian terapi komplementer yaitu Gymball Pada proses persalinan Ny. K berlangsung normal usia kehamilan 37-40 minggu dan tidak ditemukan penyulit. Bayi lahir berjenis kelamin Perempuan, BB 3100gram dan PB 47cm, mendapatkan ASI eksklusif, vitamin K1, dan imunisasi HB0 sesuai dengan asuhan kebidanan pada BBL. Pada masa nifas ibu mengeluh perutnya masih terasa mules artinya terjadi proses pemulihan masa nifas. Ibu menggunakan KB Pil setelah 42 hari persalinan. Kesimpulannya COC bertujuan memberikan pelayanan berkesinambungan sejak hamil sampai KB untuk mendeteksi dini penyulit yang mungkin terjadi. Sarannya semoga Klinik dapat mempertahankan mutu pelayanannya dan memberikan kepuasan kepada pelanggan.Item ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. R MASA HAMIL SAMPAI DENGAN PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DENGAN PENDEKATAN TERAPI KOMPLEMENTER GYMBALL DI KLINIK BIDAN WANTI(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2026-01-05) BUTARBUTAR, EVA ARROYO; FRANSYSCA, HELENAKualitas kesehatan ibu dan anak yang stabil selama masa kehamilan, persalinan, nifas, dan pelayanan keluarga berencana (KB) sangat penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi (AKI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pelaksanaan asuhan kebidanan pada Ny. R di Klinik Bidan Wanti, mulai dari masa hamil hingga pelayanan keluarga berencana. Fokus studi kasus ini adalah continuity of care. Kunjungan termasuk persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir, dan layanan keluarga berencana. Diperoleh hasil dari Ny. R usia 25 tahun G1P0A0 di mulai dari trimester III dengan dua kali kunjungan, dilanjutkan satu kali persalinan pada usia 40 minggu dengan hasil yang memuaskan, dua kali kunjungan nifas. Perawatan bayi baru lahir dilakukan dengan dua kali kunjungan serta satu kali kunjungan untuk pelayanan keluarga berencana. Kesimpulan dari asuhan kebidanan secara komperhensif ini dapat melakukan asuhan kebidanan secara mandiri dan penanganan secara dini kepada Ny.R dengan sangat baik dan tidak ditemukan adanya penyulit dari mulai persalinan sampai nifas dan neonatus, kb. Saran kepada bidan untuk mempertahankan asuhan kebidanan secara komprehensif sesuai dengan standar, dan tetap melakukan pemeriksaan ANC pada setiap ibu hamil guna mendeteksi adanya komplikasi sedini mungkin.Item ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. Y MASA HAMIL SAMPAI DENGAN PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DENGAN PENDEKATAN TERAPI KOMPLEMENTER LOTUS BIRTH PADA PERSALINAN DI BPM EKA SRIWAHYUNI(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2026-01-09) HARTIKA, AGNES MONIKA; FRANSYSCA, HELENAAKI dan AKB merupakan indikator penting dalam menilai kesehatan masyarakat, di mana Indonesia belum mencapai target SDGs yaitu 70 per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu program pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi dilakukan asuhan berkesinambungan atau Countiunity of Care (COC) Studi kasus ini menerapkan asuhan kebidanan komprehensif menggunakan metode SOAP pada Ny. Y (G2P1P0AOAH1) dengan usia kehamilan 34-40 minggu di PMB Eka Sriwahyuni pada Maret-April 2025. Asuhan yang diberikan meliputi kunjungan hamil 2 kali, persalinan normal dengan metode lotus birth 1 kali, perawatan nifas 2 kali, bayi baru lahir 2 kali, dan keluarga berencana 1 kali. Selama kehamilan, Ny. Y mengeluh nyeri punggung dan kesulitan tidur yang diatasi dengan pendidikan kesehatan. Bayi perempuan lahir normal pada 17 April 2025 pukul 10.27 WIB dengan berat badan 3300 gram dan panjang 48 cm. Masa nifas berjalan normal tanpa komplikasi. Pelaksanaan asuhan kebidanan secara komprehensif membantu mendeteksi dini dan mencegah risiko. Saran untuk klinik adalah mempertahankan mutu pelayanan dengan mengikuti standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN). Dengan demikian, kualitas pelayanan kebidanan dapat terus ditingkatkan untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi.Item ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY.A MASA HAMIL SAMPAI DENGAN KELUARGA BERENCANA DENGAN PENDEKATAN KOMPLEMENTER GYM BALL DI KLINIK BIDAN EKA(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2026-01-13) ZEGA, VALENTINA KRISTINA; SINAGA, NELLY DAMERIAAsuhan kebidanan berkesinambungan atau contiunity of care mulai dari masa hamil hingga pelayanan keluarga berencana. Hal ini dilakukan untuk menurunkan AKI dan AKB di indonesia. Asuhan ini dilakukan dengan pendekatan pendokumentasian SOAP dimulai dari masa hamil TM 3 di usai kehamilan 35 minggu di kunjungan pertama dan 37 minggu di kunjungan ke dua, bersalin usia kehamilan 39 minggu dengan pendekatan terapi komplementer gymball, nifas beralngsung normal sudah dilakukan kunjungan nifas 6 jam dan 6 hari,bayi baru lahir dilakukan kunjungan neonatus 6 jam dan 6 hari dan tidak ada tanda bahaya bayi baru lahir, dan KB dilakukan pada masa nifas 34 hari dengan suntik 3 bulan.Dilakukan kepada Ny A di klinik bidan Eka Asuhan berkesinambungan atau countiunity of care terbukti dan efektif mampu mendeteksi faktor resiko sedini mungkin. Saran untuk klinik untuk menyediakan pelayanan pemeriksaan laboratorium untuk membatu pemeriksaan penunjang untuk ibu.Item ASUHAN KEBIDANAN NY. E MASA HAMIL SAMPAI DENGAN PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DI KLINIK PRATAMA MARIANA(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2020-10-20) SIMAMORA WEDNESDY; HUTAHAEAN MELATI MASTAItem ASUHAN KEBIDANAN NY. N PADA MASA HAMIL SAMPAI DENGAN PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DI KLINIK PRATAMA EVI(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2021-07-30) GINTING O. IKHESY; HUTAHAEAN MELATI MASTAItem ASUHAN KEBIDANAN PADA NY M G2P1A0 MASA HAMIL SAMPAI DENGAN PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DI KLINIK BERSALIN SEHATI MARDIANUM(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-03-10) DUHA, FIDELIA PERTIWI; HUTAHAEAN, MASTA MELATIContinuity of Care adalah pelayanan terpadu bagi ibu dan anak dari kehamilan hingga persalinan, nifas, dan keluarga berencana. Klinik Bidan sehati mardianum melaksanakan layanan yang meliputi seluruh rangkaian asuhan kebidanan dari masa kehamilan hingga pelayanan KB yang bertujuan untuk memastikan kesehatan ibu dan anak serta mengurangi risiko komplikasi. Metode pelaksanaan ini didokumentasikan dalam bentuk SOAP, laporan kunjungan yang menunjukkan bahwa Ny. M usia 26 tahun G2P1A0. Penelitian dimulai pada trimester III dengan dua kali kunjungan, dengan usia kehamilan 35 dan 37 minggu. Persalinan pada kala I ± 4 jam, kala II 30 menit, kala III 15 menit, kala IV 2 jam dan penulisan patograf sudah lengkap. Masa nifas Ny. M berjalan dengan normal dilakukan pemeriksaan pada saat 6 jam post partum dan 6 hari pasca persalinan. Perawatan bayi baru lahir dilakukan 2 kali kunjungan, serta satu kali kunjungan untuk asuhan keluarga berencana. Masa kehamilan terdapat masalah dan dapat teratasi yaitu nyeri pinggang, sedangkan masa persalinan, bbl, dan nifas tidak ditemukan adanya masalah. Hasil pelaksanaan Asuhan Kebidanan secara menyeluruh kepada Ny. M menunjukkan bahwa Continuity of Care terbukti dapat membantu menemukan masalah sejak dini dan menghindari faktor risiko, yang memastikan kehamilan, persalinan, dan perkembangan nifas berjalan dengan baik.Item ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. A MASA HAMIL SAMPAI DENGAN PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DI KLINIK PRATAMA CITRA(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-12-12) HUTASOIT, RITA R; GINTING, LAURENAItem ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. A MASA HAMIL SAMPAI DENGAN PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DI PUSKESMAS PARANGINAN KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2022-08-22) SIMAMORA LULYTRI; HUTAHAEAN MELATI MASTAItem ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. B MASA HAMIL SAMPAI DENGAN PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DI KLINIK BIDAN EKA SRIWAHYUNI(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-03-10) PRIA; HUTAHAEAN, MASTA MELATI; SINAGA, NELLY DAMERIAAsuhan kebidanan komprehensif (continuity of care) selama masa hamil, persalinan, bayi baru lahir dan pelayanan keluarga berencana. Klinik Bidan Eka Sriwahyuni melaksanakan layanan yang meliputi asuhan kebidanan dari masa kehamilan hingga pelayanan keluarga berencana yang bertujuan untuk memastikan kesehatan ibu dan anak mengurangi risiko komplikasi. Pengkajian dilakukan terhadap Ny. B GIIPIA0 data dikumpulkan melalui rekam medis dan laporan kunjungan, yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 2 kali pada usia kehamilan 34 minggu dan usia kehamilan 38 minggu. Asuhan yang dilakukan pada Ny. B yaitu persalinan pada usia kehamilan 39 minggu. Kala I berlangsung selama 8 jam, kala II 30 menit, Kala III 20 menit, dan kala IV 2 jam. Masa nifas Ny. B berjalan dengan normal dilakukan pemeriksaan pada saat 6 jam post partum dan 6 hari pasca persalinan. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea,. Perawatan bayi baru lahir dilakukan 2 kali kunjungan dan satu kali kunjungan untuk asuhan keluarga berencana. Asuhan kebidanan komprehensif ini bertujuan untuk mengurangi perempuan hamil mengalami komplikasi dalam masa hamil, persalinan, nifas, neonatus dan pelayanan keluarga berencana dan dituangkan dalam Laporan Tugas Akhir. Pelaksanaan asuhan kebidanan secara komprehensif kepada Ny. B sudah dilakukan dimana Continuity Of Care terbukti dapat membantu deteksi dini dan mencegah faktor-faktor resiko.Item ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. D MASA HAMIL SAMPAI DENGAN PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DI KLINIK BERSALIN SEHATI MARDIANUM(2025-03-13) SIIMARMATA, ENJELI FEBRIANI; SINAGA, NELLY DAMERIA; SINAGA, REGINA MARINTANAsuhan kebidanan komprehensif Contiunity of care merupakan asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB bertujuan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi, dalam menurunkan AKI dan AKB. Laporan Tugas Akhir ini memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan dan melakukan dokumentasi manajemen kebidanan. Metode ini dilakukan di Klinik Bersalin Sehati Mardianum berupa kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan sebanyak 1 kali, nifas 2 kali, neonatus 2 kali serta KB 1 kali. Pada Ny. D proses kehamilan adapun keluhan ibu, penulis memberikan intervensi senam yoga untuk mengatasi keluhan pada saat kehamilan. Proses persalinan berlangsung normal tidak ditemukan penyulit dengan metode Endorphin massage sehingga persalinan berjalan lancar dan nyeri berkurang serta penatalaksanaan telah dilakukan sesuai dengan 60 langkah APN. Pada masa nifas diberitahu tanda bahaya masa nifas, cara perawatan payudara dan KIE penggunaan KB. Asuhan neonatus. ASI Eksklusif yang dapat mendukung perkembangan otak serta fisik, dan meningkatkan sistem imun. Kesimpulan dari pengakajian kasus dari hamil sampai KB adalah hal fisiologis serta tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktek. Diharapkan tenaga kesehatan Khususnya bidan dapat meningkatkan asuhan kebidanan komperhensif sesuai standar pelayanan kebidanan. Kepada Ny D sudah dilakukan Continuity Of Care terbukti membantu deteksi dini serta mencegah faktor-fakor resiko lainnya.Item ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. D MASA HAMIL SAMPAI DENGAN PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DENGAN PENDEKATAN TERAPI KOMPLEMENTER GYMBALL DI KLINIK PRATAMA HANNA KASIH(2026-05-01) HUTAPEA, EKA SILVIA; SINAGA, NELLY DAMERIA; SIMATUPANG, LENNY LUSIAAsuhan kebidanan berkelanjutan atau Continuity Of Care meliputi pelayanan terpadau dan berkesinambungan untuk ibu dan bayi sejak kehamilan sampai dengan Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir dan Keluarga Berencana. Hal ini merupakan suatu yang penting dalam keberlangsungan hidup bagi ibu dan bayi sehingga penting untuk diperlihatkan dalam mengurangi resiko komplikasi dan menurunkan AKI dan AKB. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny. D di Klinik Pratama Hanna Kasih mulai dari bulan April 2025 sampai dengan bulan Juni 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesa, pemeriksaan fisik lalu dianalisis dan dituangkan dalam bentuk SOAP. Asuhan kehamilan dilakukan kunjungan antenatal sebanyak 7 kali selama kehamilan,dari awal kehamilan semenjak HPHT 02-08-2024 . Pada trimester III dengan keluhan sering buang air kecil (BAK) pada malam hari dan sudah teratasi dengan pemberian KIE, dan kemudian dengan keluhan nyeri pada pinggang bawah dan sudah teratasi dengan menganjurkan bermain bola gymball, sehinga selama masa kehamilan Ny. D G1P0P0A0AH0 dalam keadaan baik. Pada tanggal 07 Mei 2025 Ny. D bersalin secara normal dengan pemberian terapi komplementer gymball, bayi lahir spontan, JK: perempuan, BB: 3000 gram, PB: 48 cm. Asuhan masa nifas pada Ny. D berjalan dengan lancar tidak ada komplikasi, pada hari ke 40 masa nifas ibu memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan. Pada masa kehamilan didapatkan adanya masalah dan dapat teratasi yaitu sering BAK dengan nyeri pada pinggang bawah, sedangkan masa Persalinan, BBL dan Nifas tidak ditemukanya adanya masalah. Diharapkan pada Ny. D dapat menerapkan KIE selama dilakukannya asuhan Continuity Of Care sehingga terbukti mampu menyelesaikan masalah yang ada sehingga kondisi ibu dan bayi tidak mengalami komplikasi.Item ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. D MASA HAMIL SAMPAI DENGAN PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DI KLINIK PRATAMA HANNA KASIH(2025-02-24) SIMORANGKIR, SUSI MARIA; SINAGA, NELLY DAMERIA; SINAGA, REGINA MARINTANAsuhan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (COC) merupakan asuhan yang dimulai sejak hamil sampai dengan Keluarga Berencana sebagai upaya untuk menurunkan AKI & AKB. Pendekatan dilakukan dengan studi kasus yang didokumentasikan dalam bentuk SOAP pada Ny.D G1P0A0 di Klinik Pratama Hanna Kasih dari bulan April - Juli 2024. Asuhan yang diberikan berupa kunjungan hamil trimester I-III, bersalin 1 kali, nifas 2 kali, neonatus 2 kali, dan KB 1 kali. Pada kehamilan trimester III ibu mengeluh nyeri pada bagian pinggang dan diatasi dengan pemberian terapi komplementer yaitu senam yoga. Pada proses persalinan Ny.D berlangsung normal usia kehamilan 38-40 minggu dan tidak ditemukan penyulit. Bayi lahir berjenis kelamin laki-laki, BB 3.450 gram dan PB 49 cm, mendapatkan ASI eksklusif, salep mata eritromicyn, vitamin K1, dan imunisasi HB0 sesuai dengan asuhan kebidanan pada BBL. Pada masa nifas ibu mengeluh perutnya masih terasa mules artinya terjadi proses pemulihan masa nifas. Ibu menggunakan KB suntik 3 bulan setelah 42 hari persalinan. Kesimpulannya COC bertujuan memberikan pelayanan berkesinambungan sejak hamil sampai KB untuk mendeteksi dini penyulit yang mungkin terjadi. Sarannya semoga Klinik dapat mempertahankan mutu pelayanannya dan memberikan kepuasan kepada pelanggan.Item ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. E MASA HAMIL SAMPAI DENGAN PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DENGAN PENDEKATAN TERAPI KOMPLEMENTER GYMBALL PADA PERSALINAN DI BPM EKA SRIWAHYUNI(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2026-01-05) TARIGAN, CINDI OKTISA AUDREY; FRANSYSCA, HELENAAsuhan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care/COC) merupakan layanan yang esensial dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Asuhan ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan dokumentasi SOAP pada Ny. E, G2P1P0A0AH1 UK 37-38 Minggu, di BPM Eka Sriwahyuni dari bulan April hingga Juli 2025. Asuhan yang diberikan meliputi kunjungan kehamilan (trimester I-III), persalinan, nifas, neonatus, dan keluarga berencana. Pada masa persalinan, Ny. E menerima terapi komplementer berupa penggunaan gymball, dan persalinan berlangsung normal tanpa penyulit pada usia kehamilan 37-40 minggu. Bayi lahir dengan jenis kelamin laki-laki, memiliki Berat Badan Lahir (BBL) 3.500 gram dan Panjang Badan (PB) 52 cm. Asuhan pada bayi meliputi pemberian ASI eksklusif, salep mata eritromisin, Vitamin K1, dan imunisasi Hepatitis B (HB0) sesuai prosedur standar asuhan kebidanan pada bayi baru lahir. Selama masa nifas, Ny. E merasakan kontraksi normal uterus yang menandakan proses pemulihan. Setelah 63 hari pascapersalinan, ibu memilih metode kontrasepsi suntik 3 bulan.