HUBUNGAN TINGKAT STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT KAMAR BEDAH DAN PERAWATAN KRITIS MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL
No Thumbnail Available
Date
2025-12-12
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Abstract
Latar Belakang: Penyebab stres kerja pada perawat kamar bedah dan perawatan
kritis sangat beragam. Perilaku buruk dokter bedah kepada perawat kamar bedah
yang paling sering terjadi dapat memberi efek negatif kepada kedua profesi, dapat
menyebabkan stres, frustasi, konsentrasi menurun, komunikasi dan pertukaran
informasi terganggu di tempat kerja. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan tingkat
stres kerja terhadap kinerja perawat kamar bedah (OK,RR) dan perawatan kritis
(ICU) di Murni Teguh Memorial Hospital. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif
dengan desain penelitian deskriptif observasional. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode survei dengan pendekatan cross sectional study. Teknik
pengambilan Sampling Berdasarkan Equal Chance sebanyak 80 responden.
Pengolahan data hasil survei yang dilakukan dengan menggunakan (SPSS16).
Hasil: Setelah dilakukan pengujian hipotesis dengan uji Kendall’ tau diketahui
besarnya taraf signifikansi adalah 0,010<0,05. Maka Ho ditolak yang artinya
terdapat hubungan antara tingkat stres kerja dengan kinerja. Sementara itu
didapatkan hasil bahwa besarnya koefisien korelasi Kendall’ tau yaitu -0,523
disebut hubungan linear yang negatif. Artinya, semakin rendah tingkat stres kerja,
maka semakin baik kinerja perawat atau sebaliknya. Kesimpulan : terdapat
hubungan antara tingkat stres kerja dengan kinerja, Perlu adanya pelatihan
manajemen stres kerja terutama di ruangan- ruangan dengan terminal illness atau
sejenisnya seperti halnya Kamar Bedah (OK dan RR) serta Perawatan Kritis (ICU)
agar perawat mampu mengelola tingkat stres sehingga kinerja perawat dapat
meningkat.
Description
Keywords
Kinerja Perawat, Kamar Bedah, Perawatan Kritis, Tingkat Stres.