Browsing by Author "SILAEN, HARSUDIANTO"
Now showing 1 - 14 of 14
Results Per Page
Sort Options
Item EFEKTIFITAS DIAFRAGMATIC BREATHING TERHADAP DERAJAT DISPNEA PADA PENDERITA TB PARU MDR DI RUMAH SAKIT AMINAH KOTA TANGERANG(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2021-03-22) GUSTINA, PUTRI; SILAEN, HARSUDIANTOTuberculosis sudah menjadi permasalahan kesehatan jutaan orang di dunia. TB Paru penyakit yang merusak saluran pernapasan, dan mengakibatkan gangguan pernafasan yang biasanya dapat menyebabkan disfungsi ventilasi. Salah satu penyebab gangguan pernapasan adalah infeksi saluran pernapasan. bertujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Efektifitas Diafragmatic Breathing Terhadap Derajat Dispnea Pada Penderita Tb Paru Di Ruang Melati Rumah Sakit Aminah Kota Tangerang Tahun ,Metode : desain penelitian ini melibatkan 33 orang pasien Penderita TB Paru yang di rawat inap .berpartisipasi dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Peneliti melakukan pengumpulan data dengan menggunakan Instrumen penelitian untuk Program pelaksanakan Diafragmatic breathing yang dapat dilakukan yakni dengan latihan secara rutin selama 2 minggu, dimana dalam 1 minggu dapat dilakukan latihan selama 3 kali latihan diafragmatic breathing, Sedangkan Untuk mengukur derajat Dyspnea diukur menggunakan mMRC scale, kemudian lembar ceklist uji statistik menggunakan uji statistik Uji wilcoxon-test Berdasarkan hasil penelitian didapatkan Dengan nilai p value 0,000 < 0,05 yang berarti sehingga ada Pengaruh Efektifitas Diafrangmatic Breathing Terhadap Derajat Dispnea Pada Penderita Tb Paru MDR di Rumah Sakit Kota Tangerang Tahun 2021, Derajat Dispnea Pada Pasien Tb Paru MDR sesudah Penggunaan Diafrangmatic Breathing adalah 17,00. Hal ini menunjukan bahwa Derajat Dispenea setelah Penggunaan Otot Pernafasan 33 pasien mengalami penurunan Derajat Dispnea sebesar 17 kali dari Derajat Dispenea sebelum dilakukan Penggunaan Diafrangmatic Breathing.Item Hipertensi merupakan keadaan dimana pembuluh darah dengan tekanan darah diastolik berada ≥90 mmHg dan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg. Bila bertambahnya tekanan darah manusia maka jantung yang berkerja memompa darah akan bertambah keras juga. Terjadinya hipertensi sering disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor-faktor yang tidak bisa dirubah serta yang bisa dirubah. Contoh dari faktor yang tidak bisa dirubah ini yaitu umur, jenis kelamin, dan genetik. Serta yang bisa dirubah yakni pengetahuan dan kebiasaan buruk. Pengawas Minum Obat terhadap hipertensi merupakan salah satu cara utama supaya penyakit hipertensi ini tidak berkembang menjadi komplikasi yang semakin parah.Tujuan: Menganalisis pengaruh edukasi pengawas minum obat (PMO) anti hipertensi terhadap kepatuhan minum obat hipertensi pada pasien di posbindu kelurahan galang kota tahun 2024.Metode: Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian eksperiment semu (quasi-eksperiment) dengan rancangan penelitian yaitu one group pre test and one group post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 53 responden. Analisis data menggunakan uji wilxocon sign rank test. Hasil: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi pengawas minum obat yang signifikan terhadap kepatuhan minum obat hipertensi dengan nilai p-value 0,000 < 0,05 dan nilai p-value 0,002 < 0,05.Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan antara edukasi pengawas minum obat (PMO) anti hipertensi terhadap kepatuhan minum obat hipertensi pada pasien di posbindu kelurahan galang kota. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak edukasi yang diberikan kepada pengawas minum obat, semakin meningkat tingkat kepatuhan pasien hipertensi dan peneliti berpendapat bahwa keluarga sebagai pengawas minum obat sangat berperan penting didalam mendukung kesembuhan pasien. Direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya diharapkan melakukan penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel lain seperti edukasi keluarga hipertensi, pola makan yang dapat mempengaruhi kondisi hipertensi.(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) TARIGAN, TEGUH KARYA DARMA; SILAEN, HARSUDIANTOHipertensi merupakan keadaan dimana pembuluh darah dengan tekanan darah diastolik berada ≥90 mmHg dan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg. Bila bertambahnya tekanan darah manusia maka jantung yang berkerja memompa darah akan bertambah keras juga. Terjadinya hipertensi sering disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor-faktor yang tidak bisa dirubah serta yang bisa dirubah. Contoh dari faktor yang tidak bisa dirubah ini yaitu umur, jenis kelamin, dan genetik. Serta yang bisa dirubah yakni pengetahuan dan kebiasaan buruk. Pengawas Minum Obat terhadap hipertensi merupakan salah satu cara utama supaya penyakit hipertensi ini tidak berkembang menjadi komplikasi yang semakin parah.Tujuan: Menganalisis pengaruh edukasi pengawas minum obat (PMO) anti hipertensi terhadap kepatuhan minum obat hipertensi pada pasien di posbindu kelurahan galang kota tahun 2024.Metode: Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian eksperiment semu (quasi-eksperiment) dengan rancangan penelitian yaitu one group pre test and one group post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 53 responden. Analisis data menggunakan uji wilxocon sign rank test. Hasil: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi pengawas minum obat yang signifikan terhadap kepatuhan minum obat hipertensi dengan nilai p-value 0,000 < 0,05 dan nilai p-value 0,002 < 0,05.Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan antara edukasi pengawas minum obat (PMO) anti hipertensi terhadap kepatuhan minum obat hipertensi pada pasien di posbindu kelurahan galang kota. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak edukasi yang diberikan kepada pengawas minum obat, semakin meningkat tingkat kepatuhan pasien hipertensi dan peneliti berpendapat bahwa keluarga sebagai pengawas minum obat sangat berperan penting didalam mendukung kesembuhan pasien. Direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya diharapkan melakukan penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel lain seperti edukasi keluarga hipertensi, pola makan yang dapat mempengaruhi kondisi hipertensi.Item HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP LANJUT USIA TENTANG KEBIASAAN MAKAN TERHADAP PENCEGAHAN ASAM URAT DI DESA TARABUNGA KECAMATAN TAMPAHAN KABUPATEN TOBA(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) SAMOSIR, JAMINSON; SILAEN, HARSUDIANTOAsam urat adalah penyakit tidak menular yang terjadi akibat penumpukan kristal pada persendian yang banyak dialami oleh lanjut usia. Keluhan yang sering terjadi adalah nyeri, bengkak, meradang, panas, kaku dan bahkan tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasanya. Pencegahan asam urat dapat dilakukan dengan kebiasaan makan yang sehat dan rendah purin. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap lansia tentang kebiasaan makan terhadap pencegahan asam urat. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Tarabunga Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba. Jumlah populasi sebanyak 219 orang dan sampel diperoleh sebanyak 69 orang, penarikan sampel dengan cara purposive sampling. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Pengetahuan lansia tentang kebiasaan makan sebagian besar dalam kategori cukup (43,5%), sikap lansia dalam kategori negatif (55,1%), pencegahan asam urat oleh lansia dalam kategori kurang (50,7%). Pengetahuan berhubungan signifikan dengan pencegahan asam urat pada lansia di Desa Tarabunga Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba tahun 2023, p = 0,000. Sikap berhubungan signifikan dengan pencegahan asam urat pada lansia di Desa Tarabunga Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba tahun 2023, p = 0,000. Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap lansia berhubungan dengan pencegahan asam urat. Saran: Disarankan kepada perawat di Desa Tarabunga untuk memberikan edukasi pada lansia tentang pencegahan asam urat dengan melakukan pola makan sehat dan rendah purin agar pengetahuan dan sikap lansia meningkat menjadi baik dan positif.Item HUBUNGAN TINGKAT STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT KAMAR BEDAH DAN PERAWATAN KRITIS MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL(2025-12-12) SITINJAK, ALEX ISMAIL; SILAEN, HARSUDIANTOLatar Belakang: Penyebab stres kerja pada perawat kamar bedah dan perawatan kritis sangat beragam. Perilaku buruk dokter bedah kepada perawat kamar bedah yang paling sering terjadi dapat memberi efek negatif kepada kedua profesi, dapat menyebabkan stres, frustasi, konsentrasi menurun, komunikasi dan pertukaran informasi terganggu di tempat kerja. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan tingkat stres kerja terhadap kinerja perawat kamar bedah (OK,RR) dan perawatan kritis (ICU) di Murni Teguh Memorial Hospital. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif observasional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan Sampling Berdasarkan Equal Chance sebanyak 80 responden. Pengolahan data hasil survei yang dilakukan dengan menggunakan (SPSS16). Hasil: Setelah dilakukan pengujian hipotesis dengan uji Kendall’ tau diketahui besarnya taraf signifikansi adalah 0,010<0,05. Maka Ho ditolak yang artinya terdapat hubungan antara tingkat stres kerja dengan kinerja. Sementara itu didapatkan hasil bahwa besarnya koefisien korelasi Kendall’ tau yaitu -0,523 disebut hubungan linear yang negatif. Artinya, semakin rendah tingkat stres kerja, maka semakin baik kinerja perawat atau sebaliknya. Kesimpulan : terdapat hubungan antara tingkat stres kerja dengan kinerja, Perlu adanya pelatihan manajemen stres kerja terutama di ruangan- ruangan dengan terminal illness atau sejenisnya seperti halnya Kamar Bedah (OK dan RR) serta Perawatan Kritis (ICU) agar perawat mampu mengelola tingkat stres sehingga kinerja perawat dapat meningkat.Item HUBUNGANTINGKATPENGETAHUANPERAWAT TENTANGPENCEGAHANDANPENGENDALIAN INFEKSI (PPI) TERHADAP KEJADIAN INFEKSI NOSOKOMIALDI MURNI TEGUH MEMORIALHOSPITAL TAHUN 2022(2025-12-12) SIBURIAN, BETZAIDAFEBRIANA; SILAEN, HARSUDIANTONosokomial berasal dari bahasa yunani, dari kata nosos yang artinya penyakit dan komeo yang artinya merawat. Nosokomial berarti tempat untuk merawat/rumah sakit. Jadi infeksi nosokomial dapat diartikan sebagai infeksi yang diperoleh atau terjadi di rumah sakit. Infeksi nosokomial saat ini merupakan salah satu penyebab meningkatnya angka kematian (morbidity) dan angka kematian(mortality) di rumah sakit, sehingga dapat menjadi masalah kesehatan baru, baik di Negara berkembang maupun Negara maju. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional (correlational studies). Populasi sebanyak 53 responden dan seluruhnya dijadikan sampel penelitian sebanyak 53 responden (total sampling). Hasil penelitian dengan menggunakan uji Wilcxon signed rank Test diperoleh nilai p-value = 0,001 (p<0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) terhadap infeksi nosokomial. Diharapkan bagi seluruh staff murni teguh memorial hospital khususnya perawat agar meningkatkan pengetahuan dalam bidang Pengendalian dan Pencegahan Infeksi (PPI) untuk meminimalkan kejadian infeksi nosokomial baik melalui pelatihan dan lain sebagainya.Item PENGARUH EDUKASI KESEHATAN MENGGUNAKAN LEAFLET TERHADAP PENURUNAN DISMENORE DI SMPS AL-MANAR MEDAN(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) HUSNA, ASY SYFAH; SILAEN, HARSUDIANTODismenore menyebabkan keterbatasan pada wanita dalam melakukan aktivitas sehari-hari, ketidakhadiran sekolah, bisa juga penarikan diri dari sosial, karena itu dibutuhkan penanganan tepat, dilakukan untuk mengurangi kejadian dismenore. Faktor yang dapat mempengaruhi upaya penanganan dismenore adalah pengetahuan. Pada penelitian ini akan diberikan edukasi kesehatan dengan menggunakan media leaflet. Bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan leaflet terhadap penurunan dismenore. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang merupakan penelitian pre experimen dengan rancangan one group pre test-post test design menggunakan teknik total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 91 orang siswi, namun diwaktu penelitian dilaksanakan responden yang hadir sebanyak 71 orang, maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 71 responden. Pengetahuan siswi tentang penanganan dismenore diukur dengan menggunakan kuesioner. Analisa data penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil analisa yang didapatkan terdapat nilai p-value 0,001 ( 0.05) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi menggunakan leaflet yang signifikan terhadap penurunan dismenore. Direkomendasikan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih banyak dan menambahkan variabel yang berbeda seperti pengaruh senam dismenore terhadap penurunan dismenore.Item PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PERILAKU IBU DALAM PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SENTOSA BARU MEDAN(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) SARAGIH, SRI ROLASTRI; SILAEN, HARSUDIANTOBeberapa jenis keluhan yang dirasakan oleh anak yang diare, salah satunya disaat buang air besar lebih sering dan feses lebih encer dari biasanya atau keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal, hal ini ditandai dengan adanya peningkatan volume, keenceran, serta frekuensi buang air besar >3 kali sehari dan dapat dilihat pada balita jika frekuensi BAK lebih dari 4 kali sehari dengan atau tanpa lendir dan darah, maka dapat disebut dengan diare. Tujuan: Untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan ibu di puskesmas Sentosa Baru Medan Metode: Jenis rancangan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat Kuantitatif, dengan desain penelitian menggunakan metode Quasi Eksperimen dengan pendekatan one group pre-test and post test. Pada desain ini, juga tidak ada kelompok pembandingan (control). Hasil: Hasil analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan uji wilcoxon menunjukkan perbedaan perilaku ibu sebelum dan sesudah pada satu kelompok menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (p<0,05) Ha diterima artinya ada pengaruh edukasi kesehtan terhadap perilaku ibu dalam pencegahan diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sentosa Baru. Kesimpulan: Terdapat pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan terhadap perilaku ibu.Item PENGARUH PEMBERIAN ICE BREAKING TERHADAP MINAT BELAJAR MAHASISWA UNIVERSITAS MURNI TEGUH MEDAN(2025-12-11) PANDIANGAN, RINALDI BATISTUTA; SILAEN, HARSUDIANTOIce breaking merupakan suatu permainan atau aktivitas yang mempunyai fungsi mengubah suasana dan dapat dipahami sebagai permainan yang bersifat fisik. .Icebreaking juga bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang dinamis, penuh minat dan kegembiraan sehingga dapat menciptakan kegembiraan belajar. serius tapi nyaman. ketika dalam proses pembelajaran. Pembelajaran memberikan kesan positif kepada siswa yang dapat dicapai dari berbagai faktor, salah satunya adalah minat siswa dalam belajar.Artinya minat mempunyai pengaruh penting terhadap pembelajaran Apabila, Peserta didik kurang berminat dalam belajar, maka pada akhir proses pembelajaran peserta didik dipastikan tidak memahami apa yang telah diajarkan maka dari itu, Peran ice breaking sangat penting untuk menghilangkan situasi membosankan pada saat proses pembelajaran, dan menghidupkan Kembali suasana menjadi segar, menyenangkan dan membangun minat belajar siswa . Tujuan: Melihat pengaruh pemberian ice breaking terhadap minat belajar mahasiswa Universitas Murni Teguh. Metode: Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah jenis penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan desain penelitian menggunakan eksperiment semu (quasieksperiment).Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu one group pre test and one group post test design dan menggunakan uji wilcoxon signed rank test dengan jumlah 69 sampel. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukan Terdapat pengaruh pemberian ice breaking terhadap minat belajar mahasiswa Universitas Murni Teguh Medan dengan nilai sig. (2-tailed) 0,000 0,05. Kesimpulan: terdapat pengaruh yang signifikan dalam pemberian ice breaking terhadap minat belajar mahasiswa. dimana pada post-test menunjukkan peningkatan dalam minat belajar.Item PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERAWATAN KAKI PENCEGAHAN ULKUS DIABETIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SENTOSA BARU KOTA MEDAN(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01) ANDRIYANI, SYAFITRI; SILAEN, HARSUDIANTOPendidikan kesehatan merupakan aplikasi atau penerapan pendidikan dalam bidang kesehatan (Burnadi, 2022). Pendidikan kesehatan sangat dapat meningkatkan pengetahuan pada penderita DM dan merupakan program edukasi dan sangat penting dilakukan untuk memperbaiki pengetahuan pencegahan ulkus diabetik yaitu dalam melakukan perawatan kaki dan pada pasien diabetes mellitus tipe II karena akan lebih beresiko terjadinya ulkus kaki diabetik (Fatmawati et al., 2020). Pendidikan kesehatan dengan upaya peningkatan kesadaran penderita DM tipe 2 dalam perawatan kaki pencegahan ulkus diabetik. Pendidikan kesehatan yang efektif didukung oleh penggunaan media yang menarik misalnya seperti media leaflet dan lebih mudah diterima oleh sasaran. Tujuan peneliti untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perawatan kaki pencegahan ulkus diabetik di wilayah kerja puskesmas sentosa baru medan Tahun 2023 (Fatmawati et al., 2020). Metode : Penelitian ini bersifat Kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan metode Quasi Eksperimen dengan pendekatan pre-test and post test. Pengambilan sampel menggunakan proposive sampling dengan menggunakan rumus solvin dengan jumlah sampel sebanyak 65 sampel. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kosioner perawatan kaki pencegahan ulkus diabetik. Analisa data menggunakan uji wilcoxon Hasil : Hasil penelitian menunjukkan ada pengeruh pendidikan kesehatan terhadap perawatan kaki pencegahan ulkus diabetik di wilayah kerja puskesmas sentosa baru medan Tahun 2023. Uji statistic wilcoxon menunjukkan dengan nilai p value <0,05(p value-0,000). Simpulan : Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perawatan kaki pencegahan ulkus diabetik di wilayah kerja puskesmas sentosa baru medan Tahun 2023Item PENGARUH PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PASIEN KANKER YANG AKAN MENJALANI KEMOTERAPI DI RUANG ONCOLOGY MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) LESTARY LUMBAN TORUAN; SILAEN, HARSUDIANTOSalah satu terapi untuk penyakit kanker adalah kemoterapi dan menjadi metode pilihan yang efektif terutama untuk stadium lanjut. Akan tetapi, kemoterapi sering menimbulkan efek samping diantaranya mual muntah, gangguan keseimbangan cairan elektrolit dan stomatitis. Kondisi ini dapat menjadi sesuatu yang membuat pasien merasa cemas. Teknik progressive muscle relaxation diduga dapat menurunkan kecemasan pasien yang akan menjalani kemoterapi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh progressive muscle relaxation terhadap penurunan kecemasan pasien kanker yang akan menjalani kemoterapi. Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) menggunakan desain one group pretest and posttest design. Penelitian dilakukan di Murni Teguh Memorial Hospital Medan. Jumlah populasi sebanyak 100 orang dan sampel diperoleh sebanyak 31 orang. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji dua sampel berpasangan (paired sample t-test) dengan tingkat kepercayaan 95% (=0,05). Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan pasien kanker yang akan menjalani kemoterapi sebelum diberi perlakuan progressive muscle relaxation (pretest) mayoritas mengalami cemas sedang (54,8%), dan setelah diberi perlakuan progressive muscle relaxation (posttest) mayoritas mengalami cemas ringan (61,3%). Terdapat pengaruh progressive muscle relaxation terhadap kecemasan pasien kanker yang akan menjalani kemoterapi di Ruang Oncology Murni Teguh Memorial Hospital, atau ada perbedaan rasa cemas pasien sebelum dan setelah diberi progressive muscle relaxation, dengan nilai t-hitung (11,728) > t-tabel (2,040) dan nilai p=0,000 <0,05. Kesimpulan: Progressive muscle relaxation efektif untuk menurunkan kecemasan pasien kanker yang akan menjalani kemoterapi. Disarankan pihak Murni Teguh Memorial Hospital untuk membuat kebijakan dan SOP tentang perlakuan progressive muscle relaxation agar dapat dipraktekkan secara rutin kepada pasien yang akan menjalani kemoterapi.Item PENGARUH SELF HEALING TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST OP LAPARATOMY DIRUANGAN GEDUNG B LANTAI 2 RUMAH SAKIT MURNI TEGUH(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) SIBURIAN, RAPMA SARTIKA; SILAEN, HARSUDIANTOLaparatomi adalah tindakan dengan memotong pada dinding abdomen seperti caesarean secion sampai membuka selaput perut. Komplikasi pada pasien post op laparatomy adalah nyeri hebat, perdarahan, bahkan kematian. Untuk itu pasien post laparatomy memerlukan perawatan yang maksimal untuk mempercepat pengembalian fungsi tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Self Healing Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Op Laparatomy Di Ruangan Gedung B Lantai 2 Rumah Sakit Murni Teguh. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan pendekatan intervensi dan grup terkontrol. Populasi sebanyak 365 orang dan sampel sebanyak 52 orang. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Self healing berpengaruh terhadap penurunan nyeri post laparatomy dengan nilai sign. (2-tailed) 0.000<0.005. Kesimpulan: Ada pengaruh Self Healing Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Op Laparatomy Di Ruangan Gedung B Lantai 2 Rumah Sakit Murni Teguh.Item PENGARUH TERAPI SENI MEWARNAI SKETSA GAMBAR TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) DALAM MENJALANI HOSPITALISASI DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL MEDAN(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) ZALUKHU, SEPRIANI; SILAEN, HARSUDIANTOHospitalisasi merupakan suatu kondisi dimana seseorang dalam situasi yang mewajibkan untuk menjalani perawatan medis di rumah sakit untuk meringankan penyakit atau kondisi yang sering terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak, hospitalisasi sering terjadi pada anak yang disebabkan beberapa dampak salah satunya kecemasan. Kecemasan merupakan suatu perasaan yang berlebihan atau respon emosional terhadap suatu kondisi ketakutan, gelisah, khawatir yang dirasakan oleh anak. Terapi seni merupakan aktivitas mewarnai gamabr yang memberikan kesempatan pada anak untuk bereskpresi bebas sehingga dapat mengalihkan perhatian anak dari rasa cemas akibat nyeri. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan pre eksperimental dan menggunakan metode Pre test – Post Test Design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 28 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner kecemasan. Analisis data yang digunakan adalah uji wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh terapi seni mewarnai sketsa gambar terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah (3-6 tahun) dalam menjalani hospitalisasi di Murni Teguh Memorial Hospital Medan, hasil uji statistic Wilcoxon menunjukkan p value <0,05 (p value = 0,000). Kesimpulan: Ada pengaruh terapi seni mewarnai sketsa gambar terhadaap tingkat kecemasan anak usia prasekolah (3-6 tahun) dalam menjalani hospitalisasi di Murni Teguh Memorial Hospital Medan tahun 2022.Item PERAN PERAWAT TERHADAP EFEK SAMPING KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER DI RUANGAN 3 A SOUTH DI RUMAH SAKIT MURNI TEGUH(2025-12-12) SIAHAAN, DESI FRANSISCA; SILAEN, HARSUDIANTOLatar belakang: Kemoterapi merupakan terapi sistemik yang bertujuan menekan kekambuhan dan penyebaran sel tumor, namun menimbulkan efek samping karena obatnya juga merusak sel sehat, seperti menyebabkan mual, muntah, dan kerontokan rambut. Perawat berperan penting sebagai pemberi asuhan, pendidik, dan pendamping pasien, yang diharapkan mampu membantu pasien mengelola dampak kemoterapi secara fisik dan psikologis. Tujuan: Untuk mengetahui Peran Perawat Terhadap Efek Samping Kemoterapi Pada Pasien Kanker. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif survei analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Murni Teguh Medan pada Maret 2022 dengan total responden sebanyak 20 perawat menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner demografi dan pertanyaan tertutup sebanyak 15 item, dianalisis melalui tahapan editing, coding, entry data, dan cleaning. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (=0,05). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa Mayoritas responden dalam penelitian ini memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Keperawatan (S1) sebesar 55%, sementara 45% lainnya adalah lulusan Diploma III Keperawatan. Diketahui bahwa peran perawat sebagian besar tidak dilakukan (65%) dan efek samping kemoterapi yang bersifat tidak berefek mencapai 60%. Hasil uji Chi-square menunjukkan nilai p-value = 0,002 (< 0,05), sehingga Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara peran perawat terhadap efek samping kemoterapi pada pasien kanker di Rumah Sakit Murni Teguh Medan. Kesimpulan: perawat berperan dalam menangani efek samping pada pasien kanker. Saran: Disarankan manajemen Rumah Sakit Murni Teguh Medan agar memperkuat sistem pelatihan internal di bidang keperawatan onkologi dan mengembangkan standar operasional prosedur (SOP) terkait pendampingan pasien kemoterapi.Item TINGKAT KEPUASAN PENDAMPING PASIEN TERHADAP RESPONSE TIME BERDASARKAN KARAKTERISTIK SUKU DI INSTALASI GAWAT DARURAT MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL TAHUN 2022(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) NAINGGOLAN, BERKAH RIDHO; SILAEN, HARSUDIANTOPelayanan keperawatan gawat darurat yang melebihi waktu tanggap (response times) dapat berdampak terhadap pendamping pasien merasa kurang puas. Akibat ketidakpuasan yang dirasakan keluarga pendamping pasien dan pasien, kadang menunjukkan sifat temperamen dalam menanggapi pelayanan yang diberikan instalasi gawat darurat. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat kepuasan pendamping pasien terhadap response time berdasarkan karakteristik suku. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif. Penelitian dilakukan di Instalasi Gawat Darurat Murni Teguh Memorial Hospital Medan. Jumlah populasi sebanyak 1.028 pasien dan sampel diperoleh sebanyak 92 orang. Penarikan sampel secara accidental sampling. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Analisis dilakukan secara univariat yang disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dan tabel silang. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pendamping pasien terhadap respon time pasien gawat darurat di Instalasi Gawat Darurat Murni Teguh Memorial Hospital tahun 2022, sebagian besar dalam kategori Puas (53,3%). Response time pelayanan pada pasien gawat darurat sebagian besar <5 menit (52,2%). Karakteristik suku pendamping pasien, sebagian besar adalah suku Tionghoa (30,4%). Kepuasan pendamping pasien terhadap respon time berdasarkan karakteristik suku, sebagian besar responden puas dalam response time <5 menit yaitu 43,5%. Suku Batak merupakan suku yang paling banyak merasa puas, sedangkan yang merasa tidak puas paling banyak adalah suku Tionghoa. Kesimpulan: Pendamping pasien merasa puas terhadap pelayanan di instalasi gawat darurat walaupun ada sebagian yang tidak puas terhadap response time yang berasal dari suku Tionghoa. Saran: Disarankan perawat untuk memberikan pemahaman kepada pendamping pasien gawat darurat tentang tindakan yang diberikan pada pasien gawat darurat sehingga pendamping pasien merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan.