Browsing by Author "WAHYU, AFNIJAR"
Now showing 1 - 12 of 12
Results Per Page
Sort Options
Item EFEKTIFITAS PEMBERIAN PERMEN JAHE TERHADAP FREKUENSI MUAL MUNTAH PADA PASIEN POST KEMOTERAPI DIRUANG ONCOLOGY MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) GINTING, AGNES OKTAVIA; WAHYU, AFNIJARKemoterapi adalah cara pengobatan kanker dengan menggunakan obat anti kanker. Salah satu efek samping kemoterapi adalah mual dan muntah. Pemberian permen jahe diduga berpengaruh terhadap mual muntah pada pasien post operasi. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas permen jahe terhadap mual muntah pada pasien post kemoterapi. Metode: Penelitian ini adalah Quasy Experiment dengan desain Test Register in front of group. Penelitian dilakukan di Murni Teguh Memorial Hospital Medan. Populasi penelitian pasien yang menjalani kemoterapi sebanyak 176 pasien dan sampel diperoleh sebanyak 35 orang dengan menggunakan rumus Slovin. Penarikan sampel secara purposif (purposive sampling). Pengukuran mual dan muntah menggunakan kuesioner dari Rhodes yaitu Index Nausea Vomiting and Retching (INVR). Analisis dilakukan secara univariat dalam tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa Sebelum intervensi permen jahe, mayoritas responden mengalami mual muntah berat (> 6 kali/24 jam) (54,3%) dan sebagian kecil mengalami mual muntah sedang (45,7%). Setelah intervensi, mayoritas mengalami mual muntah ringan (51,4%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan permen jahe efektif mengurangi mual muntah pada pasien post-kemoterapi (z-hitung 4,562, p= 0,001). Kesimpulan: Permen jahe efektif untuk mengatasi mual muntah pada pasien post kemoterapi. Saran: Disarankan peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian dengan menggunakan obat non farmakologi lainnya untuk mengatasi mual muntah pada pasien post kemoterapi.Item FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA USIA PRODUKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SERING MEDAN(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) PURBA, MONALISA LAVENIA; WAHYU, AFNIJARData WHO bahwa 422 juta orang di dunia menderita Diabetes Melitus atau terjadi peningkatan 8,5% pada populasi penduduk sebelum usia 65 tahun (usia produktif). Faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe II pada usia produktif yaitu jenis kelamin, faktor genetik, indeks massa tubuh, riwayat merokok, aktivitas fisik, dan pola makan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe II pada usia produktif. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan survey cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sering Medan. Jumlah populasi sebanyak 437 orang dan sampel diperoleh sebanyak 82 orang. Penarikan sampel secara purposive sampling. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe II pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Sering Medan yaitu faktor genetik (p=0,000, r = 0,558), Indeks massa tubuh (p=0,000, r = 0,676), riwayat merokok (p=0,000, r = 0,375), aktivitas fisik (p=0,000, r = 0,837), pola makan (p=0,000, r = 0,689). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah jenis kelamin (p=0,178). Kesimpulan: faktor genetik, indeks massa tubuh, riwayat merokok, aktivitas fisik, pola makan berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe II pada usia produktif. Saran: Diharapkan tenaga kesehatan (perawat) untuk rutin memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat usia produktif yang berkunjung ke puskesmas tentang faktor risiko terjadinya diabetes melitus tipe II.Item GAMBARAN POLA ASUH PADA BALITA STUNTING DAN NON STUNTING DI LAWE DESKY TONGAH(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) BR SIANTURI, PASTIKA ADRIANA; WAHYU, AFNIJARStunting adalah sebuah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, hal ini menyebabkan adanya gangguan di masa yang akan datang yakni mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola asuh pada balita stunting dibandingkan dengan balita non-stunting di Desa Lawe Desky Tongah. Stunting, atau kekerdilan, adalah masalah gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak secara signifikan, dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk pola asuh orang tua. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan Deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Total Sampling, namun saat penelitian dilaksanakan responden yang hadir sebanyak 30 orang, maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Analisa data menggunakan Analisa Univariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam pola asuh antara orang tua balita stunting dan non-stunting. Orang tua balita stunting cenderung memiliki pola asuh yang kurang memadai terkait dengan pemberian makanan bergizi, pemantauan kesehatan, dan stimulasi perkembangan. Sebaliknya, orang tua balita nonstunting umumnya lebih konsisten dalam menyediakan makanan yang memenuhi kebutuhan gizi, memperhatikan kesehatan anak secara berkala, dan memberikan stimulasi yang mendukung perkembangan kognitif serta motorik anak. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan yang holistik dalam menangani masalah stunting, dengan memperhatikan aspek pola asuh sebagai salah satu faktor kunci. Rekomendasi untuk kebijakan dan praktik mencakup peningkatan akses pendidikan gizi, dukungan untuk orang tua, dan penguatan layanan kesehatan anak di tingkat komunitas.Item HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) DI DESA HAUAGONG(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) NAPITUPULU, ARNOL; WAHYU, AFNIJAR: lansia merupakan tahap lanjutan dari suatu proses kehidupan yang ditandai dengan kemunduran seseorang yang fisiknya akan semakin menurun, sehingga dapat mengakibatkan menurunnya peran sosial. Hal ini juga menyebabkan terjadinya gangguan dalam mencukupi kebutuhan hidupnya, sehingga dapat meningkatkan ketergantungan yang memerlukan bantuan orang lain. Tujuan: untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif dan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam activity of daily living (adl) di Desa Hauagong. Metode: jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Total Sampling, namun saat penelitian dilaksanakan responden yang hadir sebanyak 50 orang, maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden. Analisa data menggunakan uji korelasi pearson. Hasil: hasil penelitian ini dengan uji korelasi pearson menunjukkan adanya hubungan antara fungsi kognitif dengan kemandirian lansia dalam activity of daily living dengan nilai p-value = 0,000 α < 0,05, dan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam activity of daily living dengan nilai p-value = 0,017 α < 0,05. Kesimpulan: ada hubungan antara fungsi kognitif dan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam activity of daily. Direkomendasikan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan sampel lebih banyak dan menambahkan variabel tingkat kecemasan, kualitas tidur dan nyeri artritis rheumatoid, karena hal ini juga mempengaruhi tingkat kemandirian pada lansia.Item HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KADAR GULA DARAH PADA USIA REMAJA 15 -17 TAHUN DI SMK NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) ZENDRATO, TEMA FO’AROTA; WAHYU, AFNIJARKualitas tidur yang buruk dapat berdampak negatif pada kesehatan, termasuk memengaruhi kadar gula darah, terutama pada remaja. Masa remaja merupakan periode krusial dalam perkembangan fisik dan psikologis, sehingga gangguan kualitas tidur dapat memicu masalah metabolik yang signifikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kadar gula darah pada usia remaja 15-17 tahun di SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian melibatkan 96 siswa yang dipilih menggunakan Simple Random Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur dan pemeriksaan kadar gula darah menggunakan metode glucometer. Uji statistik menggunakan Spearman's rho untuk menganalisis hubungan antara kedua variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kualitas tidur yang buruk 63 responden (65,6%) dan kadar gula darah dalam kategori prediabetes 48 responden (50%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan kadar gula darah (p-value = 0,000 atau p<0.005), dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,55. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan dan kuat serta positif antara kualitas tidur dengan kadar gula darah. Oleh karena itu, disarankan untuk mengimplementasikan program edukasi untuk meningkatkan kesadaran mengenai pola tidur yang sehat di kalangan remaja baik di sekolah maupun dirumah, serta bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk melakukan monitoring dan intervensi guna mendukung kesehatan metabolik remaja.Item HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KESEHATAN MENTAL EMOSIONAL PADA REMAJA KELAS X DAN XI DI SMK KESEHATAN IMELDA MEDAN(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) PUTRI, YESSI ANANDA; WAHYU, AFNIJARMasa remaja adalah periode penting untuk mengembangkan kebiasaan sosial dan emosional. Hal ini termasuk menerapkan pola tidur yang sehat, berolahraga secara teratur, lingkungan yang sehat, dan belajar mengelola emosi. Mental emosional adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami distress psikologik, terjadi perubahan psikologis pada keadaan tertentu tetapi bisa kembali pulih seperti semula, akan tetapi masalah mental emosional ini apabila tidak ditangani secara tepat akan menimbulkan dampak yang buruk bagi proses perkembangan remaja. Salah satu faktor dalam jangka panjang yang dapat memperburuk kondisi kesehatan atau perkembangan mental emosional remaja adalah masalah tidur seperti pola tidur. Terutama durasi dan kualitas tidur, berperan penting dalam menjaga kesehatan karena kekurangan tidur meningkatkan kemungkinan individu mengalami pikiran negatif yang intens atau perasaan rentang secara emosional. Bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan kualitas tidur dengan kesehatan mental emosional pada remaja. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang merupakan penilitian survey cross sectional dengan menggunakan teknik Clusster Random Sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 205 orang siswa dan siswi. Pengetahuan tentang kualitas tidur siswa dan kesehatan mental emosional siswi dan siswi di ukur dengan kuesioner. Analisa data penelitian ini menggunakan uji Spearman. Berdasarkan hasil analisa yang didapatkan terdapat nilai p-value 0,020 (< 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikasi kualitas tidur dengan kesehatan mental emosional remaja. Direkomendasikasi kan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel yang berbeda seperti Faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental emosional.Item HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KREATIVITAS MAHASISWA KEPERAWATAN DI UNIVERSITAS MURNI TEGUH(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) NDRURU, NOVITA; WAHYU, AFNIJARMedia sosial adalah sarana dimana konsumen dapat saling berbagi berbagai informasi berupa teks, gambar, video dan audio dengan orang lain. Penggunaan media sosial secara umum dapat memberikan dampak positif dan negatif. Kreativitas adalah interaksi antara bakat, proses, dan lingkungan yang dilakukan seseorang atau kelompok menghasilkan produk yang terlihat baru dan berguna sebagaimana didefinisikan dalam konteks sosial. Mengembangkan potensi kreatif mahasiswa merupakan salah satu perwujudan dari UU No 12 tahun 2012, oleh karena itu perlu segera di selidiki faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas pada mahasiswa. Permasalahan pada perguruan tinggi Indonesia adalah terbatasnya penelitian terhadap model yang mempengaruhi kreativitas mahasiswa. Penggunaan media sosial menjadi faktor penelitian masih memiliki dampak terbatas terhadap kreativitas pendidikan tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan kreativitas mahasiswa keperawatan di Universitas Murni Teguh. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional, desain penelitian menggunakan survey analitik. Teknik Pengambilan sampel menggunakan cluster sampling sebanyak 152 responden. Analisa data penelitian menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan kreativitas mahasiswa dengan nilai p-value 0,00 <0,05 dan koefisien korelasi 0,485** . Kesimpulan: Ada hubungan yang siginifikan antara penggunaan media sosial dengan kreativitas mahasiswa keperawatan di Universitas Murni Teguh. Saran : Untuk peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian selanjutnya dengan sampel yang lebih banyak dan iv menambahkan variabel lain seperti kepribadian, metode pembelajaran e-learning, dan dampak negatif media sosial bagi mahasiswa, pelatihan business day home care, ketrampilan manajemen usaha, minat berwirausaha.Item HUBUNGAN RAWAT GABUNG DENGAN MOTIVASI IBU DALAM MEMBERIKAN ASI EKSLUSIF DI RSIA ROSIVA MEDAN TAHUN 2021(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2021-05-20) PASARIBU, MASRINA DEWI; WAHYU, AFNIJARPemberian ASI eksklusif selama 6 bulan tidak mudah seperti apa yang dibayangkan. Cakupan pemberian ASI eksklusif yang masih rendah dikarenakan ibu merasa bahwa ASI tidak cukup atau tidak keluar pada hari -hari pertama kelahiran bayi, ibu bekerja, adanya perasaan cemas dengan merasa ASI kurang cukup. Kebanyakan ibu memerlukan dukungan dan dorongan secara informasi yang dapat diandalkan agar dapat memberikan ASI-nya dengan baik. Tujuan : untuk Mengetahui hubungan antara rawat gabung dengan motivasi ibu memberikan ASI ekslusif di RSIA Rosiva Medan. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini akan dilaksanakan di RSIA Rosiva Medan. Jumlah populasi sebanyak 58 orang dan seluruhnya dijadikan sampel orang. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Analisis dilakukan secara univariat yang disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil : penelitian yang dilakukan terhadap 48 responden yang diberikan kuesioner tentang motivasi ibu dalam memberikan asi eksklusif didapatkan bahwa didapatkan bahwa distribusi responden seluruhnya berusia 25 – 35 tahun ( 100% ) distribusi frekuensi tingkat pendidikan SLTA sebanyak 37 responden (77, 1% ) , D3 sebanyak 7 responden (14,6% ) dan S1 sebanyak 4 responden (8,3 %). Distribusi frekuensi jenis pekerjaan sebagai wiraswasta sebanyak 28 responden ( 58,3 % ), wirausaha sebanyak 7 responden (14, 6%), IRT sebanyak 5 responden (10,4 ), Pegawai Swasta sebanyak 4 responden ( 8,3 %),PNS sebanyak 3 responden ( 6,3 %), dan Guru sebanyak 1 responden (2,1%). Kesimpulan : Tindakan rawat gabung yang dilakukan terhadap 48 responden bahwa mayoritas responden yang dilakukan rawat gabung sebanyak 27 responden ( 56,3 % ) dan yang tidak dilakukan rawat gabung sebanyak 21 responden ( 43,8 % ). Dari 48 responden menunjukkan bahwa mayoritas ibu yang mendapatkan motivasi sedang sebanyak 24 responden ( 50,0 % ).Item KUALITAS ASUHAN KEPERAWATAN DI ERA PANDEMIC COVID 19 BERDASARKAN PERSPEKTIF PASIEN RUANG RAWAT INAP EDELWEISH DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN TAHUN 2021(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) MARBUN, KRISTIANI; WAHYU, AFNIJARKualitas asuhan keperawatan merupakan suatu asuhan yang diberikan memenuhi kebutuhan pasien, memberikan rasaiba,menjaga mental,memberikan kepuasa, memberikan kepuasan yang tulus secara profesional (Daniel ,2021). Ada beberapa instrument yang dikembangkan untuk menilai kualitas asuhan keperawatan yaitu instrumen patient’s assement of quality scaleacute care version (PAQS-ACV) bahwa ada lima domain yang digunakan untuk menilai kualitas asuhan yaitu 1)caring perhatian dan rasa peduli terhadap pasien, 2)individualition mengutamakan pasien dan mendukung pasien dengan masalah yang dihadapi dan memperlakukan pasien layaknya manusia,3) responsiveness dimana seorang perawat harus tanggap kepada pasiendan harus siap dalam memenuhi kebutuhan pasien,4) nurse characteristik perawat harus mempunyai karakter yang baik terhadap pasien,5)enviroment yang dimana rasa nyaman terhadap lingkungan yang tenang kepada pasien(Mendrofa,2021).Kualitas asuhan keperawatan berdasarkan perspektif pasien ialah sebelum adanya pandemik covid19 pasien sudah menerima asuhan yang dapat memuaskan pasien akan tetapi semenjak adanya pandemi covid-19 terjadilah banyak peraturan yang harus diterapkan seperti memenuhi protokol kesehatan dan alur pelayanan triage covid19 agar masyarakat dapat menjaga jarak pada saat mengunjungi pasien di rumah sakit dimana pasien dituntut agar memakai masker pada saat area rumah sakit, dan harus nama indetifikasi awal untuk pengendalian sumber infeksi berdampak pada perubahan alur pelayanan tersebut membuat pasien menjadi tidak nyaman (Dewanti, dkk, 2020).Tujuan: Mengidentifikasi kualitas asuhan keperawatan di era pandemik covid-19 berdasarkan perpektif pasien dirumah sakit advent medan tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif vii sederhana dengan menggunakan tekhnik pengambilan sampel tekhnik non probality sampling dengan metode kolmogrov-smirnov dengan menggunakan rumus slovin dan jumlah 86 responden.Hasil: hasil penelitian bahwa kualitas asuhan keperawatan berdasarkan perspektif pasien dirumah sakit advent medan tahun 2021 memiliki nilai yang baik sesuai dengan Kuesioner.Kesimpulan: kualitas asuhan keperawatan di era pandemik covid-19 berdasarkan perspektif pasien sangat baik dirumah sakit advent medan tahun 2021. Saran: Untuk peneliti lanjutan diharapkan masih ada beberapa dimensi kualitas asuhan yang masih kurang seperti dimensi caring,responsiveness,individualition, dan nurse characteristik harus lebih di intervensi agar kualitas asuhan berjalan dengan baik.Item PENGARUH TERAPI BERMAIN MENDONGENG TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PENDERITA LEUKEMIA PADA ANAK DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL MEDAN TAHUN 2021(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2021-09-30) SIMATUPANG, SHALLY ODILA; WAHYU, AFNIJARLeukemia atau yang sering disebut kanker darah yang berasal daari sumsum tulang belakang merupakan penyakit yang sering menyerang kalangan anak – anak dan remaja. Nyeri menjadi ciri khas dari penyakit leukemia, terlebih pada anak – anak, nyeri akan mempengaruhi tak hanya kondisi fisik, dan sosial juga emosi hingga kognitif si anak. Rasa nyeri pada umumnya terjadi di bagian tulang atau sendi dan perut sehingga hal ini membuat perawatan terhadap penderita juga akan berpengaruh. Penatalaksanaan nyeri untuk anak merupakan salah satu hal yang penting dalam perawatannya. Teknik bermain menjadi salah satu bentuk terapi non farmakologis yang tepat untuk penanganan nyeri karena terapi bermain merupakan media penyaluran ekspresi dan perasaan nyeri juga relaksasi bagi anak. Dalam terapi bermain, mendongeng adalah terapi berbentuk komunikasi efektif yang diberikan langsung kepada anak dengan bercerita sekaligus teknik distraksi. Melalui cerita, tidak hanya perasaaan namun emosi anak juga dapat dilatih, anak akan mampu menghayati perasaan sedih hingga gembira melalui cerita.Mendongeng menjadi metode distraksi atau pengalihan dari fokus perhatian terhadap nyeri ke stimulus lain, yang dilakukan dengan tujuan agar stimulus dari luar yang diberikan dalam bentuk mendongeng dapat merangsang sekresi endokrin sehingga nyeri dirasakan berkurang. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimen dengan metode quasi eksperimen with non-equivalent control group design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala nyeri FLACC Score. Analisis data yang digunakan adalah uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh terapi bermain mendongeng terhadap penurunan tingkat nyeri penderita leukemia pada anak di Murni Teguh Memorial Hospital Medan tahun 2021. Uji statistik mann-whitney menunjukkan nilai asymp.sig (2-tailed) < 0.05 (α=0.05) Simpulan: Ada pengaruh terapi bermain mendongeng terhadap penurunan tingkat nyeri penderita leukemia pada anak di Murni Teguh Memorial Hospital Medan tahun 2021Item PERBEDAAN EFEKTIVITAS THERAPY CAIRAN HANGAT DAN SELIMUT PENGHANGAT DENGAN STABILITAS SUHU TUBUH PADA PASIEN POST-OP DENGAN HIPOTERMI DI RECOVERY ROOM RUMAH SAKIT MURNI TEGUH MEDAN TAHUN 2021(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) HARTO, FUJI; WAHYU, AFNIJARSetiap pasien yang menjalani operasi berada dalam risiko mengalami kejadian hipotermi. Dampak negatif hipotermi terhadap pasien, antara lain risiko perdarahan meningkat, iskemia miokardium, pemulihan pasca anestesi yang lebih lama, gangguan penyembuhan luka, serta meningkatnya risiko infeksi. Penyebab terjadinya menggigil terjadinya oleh karena redistribusi panas internal dari sentral ke perifer, hilangnya termoregulasi vasokonstriksi, pengaruh suhu lingkungan kamar operasi yang dingin, aktivitas otot yang menurun, usia yang lanjut efek dari gas anastesi, cairan intravena yang dingin, lama operasi atau efek dari insisi operasi yang luas. Tindakan mencegah hipotermi dapat dilakukan dengan metode menghangatkan kembali (rewarming techniques) yaitu dengan cara pemakaian blanket warmer, humidifikasi oksigen, mengatur suhu lingkungan yang memadai dan pemanasan cairan intravena. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas therapy cairan hangat dan selimut penghangat dengan stabilitas suhu tubuh pada pasien post-op dengan hipotermi di Recovery Room Rumah Sakit Murni Teguh Medan. Jenis Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasy-experiment postest only without control group design teknik sampling accidental sampling yang melibatkan 42 responden. Instrument yang digunakan berupa lembar observasi. Hasil penelitian ini dianalisis berdasarkan lembar observasi didapatkan dari 2 kelompok masingmasing 21 responden yang mengalami hipotermi, setelah diberikan therapy selimut penghangat suhu tubuh mencapai 36,2o C dalam waktu 1 jam sedangkan 21 pasien hipotermi lainnya yang diberikan therapy cairan hangat suhu tubuh hanya mencapai 35,8o C dalam waktu 1 jam. Efektifitas pemberian selimut penghangat tampak jelas pada 45 menit dan 60 menit. Dengan penggunaan selimut penghangat pasien akan menerima suplai suhu menyebar ke seluruh tubuh sehingga efektif meminimalisir terjadinya hipotermi khususnya pasca operasi.Item STUDI ETNOGRAFI KEJADIAN STUNTING PADA SUKU NIAS DI DESA LOLOFAUSO KECAMATAN LOTU KABUPATEN NIAS UTARA(UNIVERSITAS MURNI TEGUH, 2025-01-17) NAZARA, RISTIANI; WAHYU, AFNIJARStunting adalah masalah gizi utama di negara dan di seluruh dunia. Ini dianggap sebagai konsekuensi buruk dari kekurangan gizi yang berlangsung lama. Stunting juga merupakan kondisi kurang gizi kronik yang dialami oleh anak usia 6-59 bulan yang bedampak pada tingkat kecerdasan pada anak yang rendah, imunitas renda dan produktifitas yang rendah.Tujuan : untuk mengetahui karakteristik faktor-faktor yang menyebabkan kejadian stunting pada suku nias di desa lolofaoso kecamatan lotu kabupaten nias utara. Metode : Metode Penelitan Kualitatif desain etnografi. Teknik Yang digunakan Yaitu Observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil : hasil penelitian ini terdapat 4 faktor yaitu Tidak memanfaatkan layanan kesehatan, Pantangan makanan selama ke hamilan, Kurangnya Pengetahuan Tentang Gizi Ibu Hamil, dan Keterbatasan Pendapatan keluarga Terhadap Pemenuhan Kubutuhan Anak.Kesimpulan : Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kejadian stunting pada suku nias di desa lolofaoso kecamatan lotu,kabupaten nias utara. Saran: Bagi Peneliti Selanjutnya Sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan dan bahan acuan bagi peneliti selanjutnya dan dikembangkan dengan meneliti variabel-variabel lainnya sehingga lebih banyak informasi yang diperoleh tentang pencegahan stunting pada balita.